Sabtu, 01 Januari 2011

Sejarah Selat Panjang


SEJARAH SELATPANJANG

Selatpanjang pertama kali ditemukan oleh seorang pengembara perempuan yang bernama cik saedah.  Sebelum menjadi selatpanjang, pertama kali hanyalah sebuah perkampungan yang kecil yang penduduknya bias dihitung jumlahnya. Pertama kali selatpanjang dikenal dengan nama tebing tinggi yang sekarang berlokasi di kantor bea cukai selatpanjang.

Setelah lama mengembara cik saedah pun sampai ditebing tinggi yang sekarang kita kenal dengan nama selatpanjang. Kemudian ia berjalan untuk mencari tempat untuk beristirahat, sebelum menemukan tempat untuk beristirahat ternyata air minumnya habis.
Iapun mencari air untuk ia minum dan iapun menemukan sebuah air yang jumlah nya sedikit dan ia pun berkata “alah air”

cik saedah bertemu sebuah perkampungan ia pun pergi keperkampungan tersebut untuk beristirahat.dan tebing tinggi ini pun dijaga oleh tiga orang panglima yang terkenal yang sangat ditakuti oleh orang-orang belanda yaitu “datin perumbi ( yang lahir terbungkus ), datin selat air hitam, dan datin suir”

Para panglima ini masing-masing bertugas ditempat yang telah ditentukan oleh cik saedah dan ketiga panglima ini harus menjaga kententraman dan kedamaian masyarakat pada waktu itu.

Tak lama kemudian bangsa belanda fatang ke tebing tinggi dan ingin menjajah para penduduk, namun penduduk tebing tinggi pun tidak tinggal diam. Mendengar bahwa bangsa belanda ingin menyerang para penduduk, cik saedah pun bersiap untuk melawan bangsa belanda tersebut dengan senjata yang apa adanya dibandingkan dengan senjata yang dibawa oleh bangsa belanda tersebut yang bagus.

bangsa belanda tersebut masuk ke tebing tinggi dan mereka melihat tidak ada seorang penduduk pun yang ada dan mereka pergi berjalan terus didalam hutan, kemudian mereka menemukan sebuah pabrik sagu dan mereka melihat banyak sagu yang dibuat oleh penduduk tetapi penduduk yang membuatnya tidak ada.

Kemudian mereka berkata “apabila sebanyak ini sagu yang kita lihat berati orang yang membuatnya pun pasti banyak dan nyali bangsa belanda pun ciut mendengar kan apa yang dibilang oleh ketuanya. Kemudian mereka menyimpan senjata merak di “kolam camat” dan mereka pun berisitirahat ditebing tinggi sejenak untuk melihat perkemabangan apakah benar penduduk tebing tinggi sebanyak itu.

Setelah pagi hari bangsa belanda pun kemnbali menyerang tebing tinggi dengan sebuah pesawat yang membawa bom dan bom itu jatuh di “SD 20 alah air dan  SD insit laut” . banyak korban berjatuhan pada saat itu. Ketiga panglima yang menjaga masing-masing daerah yang telah ditugaskan oleh cik saedah pun dating untuk melawan belanda dan para penjajah bangsa belanda pun pada saat itu kalah, mereka lari dan berjanji tidak akan pernah lagi untuk datang keselatpanjang lagi.

Korban yang berjatuhan tersebut kemudian dikuburkan secara missal di sebuah tanah yang dikenal oleh masyarakat tebing tinggi sekarang ini dengan nama “muallimin”

Tak lama kemudian pun cik saedah berjalan-jalan untuk menghilang kan bosan , kemudian ia bertemu dengan orang asli. Oleh karena orang asli tersebut tidak tahu nama cik saedah mereka memanggil cik saedah dengan nama “cik puan, yang sekarang lebih dikenal oleh masyarakat selatpanjang denagan nama taman cik puan”
Tak terasa waktu kian berlalu kehidupan masyarak selatpanjang pun aman dan damai, dan tak lama kemudian cik saedah pun meninggal makamnya terletak di “kolam camat”

Selat panjang dikenal di ibu kota besar di Indonesia terutam di medan, Jakarta, dan bandung dengan nama “hongkong 2 karena banyak orang cina di selatpanjang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar